Makassar, Mei 2025 — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan kembali menunjukkan keseriusannya dalam memberantas penyakit masyarakat melalui pelaksanaan Operasi Pekat 2025. Operasi yang digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polda Sulsel selama bulan Mei ini berhasil mengungkap ratusan kasus, mulai dari aksi premanisme hingga peredaran miras ilegal.
Total 335 Kasus Berhasil Diungkap
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel, Kombes Pol Deki Supriyadi, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa sebanyak 83 kasus termasuk dalam daftar Target Operasi (TO), sementara 252 kasus lainnya merupakan Non-TO. Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas operasi dalam menjawab dinamika kriminal di wilayah hukum Polda Sulsel.
“Operasi Pekat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin ketenteraman masyarakat,” ujar Kombes Deki. Ia menambahkan bahwa operasi dilakukan di berbagai titik rawan seperti terminal, pasar, tempat hiburan malam, dan kawasan padat penduduk.
Premanisme dan Senjata Tajam Jadi Sorotan
Salah satu fokus utama operasi ini adalah penindakan terhadap premanisme dan kepemilikan senjata tajam. Dari 59 kasus, 87 tersangka berhasil diamankan bersama 22 senjata tajam, termasuk badik, busur, dan ketapel. Selain itu, sejumlah kendaraan bermotor yang digunakan dalam aksi kriminal turut disita.
Rincian Kasus Lainnya
Operasi Pekat 2025 juga mengungkap berbagai kasus kriminal lainnya, di antaranya:
234 kasus peredaran miras ilegal
26 kasus perjudian
22 kasus pencurian
19 kasus prostitusi
8 kasus perdagangan orang (TPPO)
7 kasus pencurian dengan pemberatan (curat)
5 kasus pencabulan
4 kasus penipuan
2 kasus pelecehan seksual
1 kasus pencurian ternak (curnak)
1 kasus perlindungan anak
Pencegahan dan Penyuluhan Tetap Dilakukan
Selain penindakan, Polda Sulsel turut mengedepankan langkah preventif dengan melibatkan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat, terutama di kawasan yang dianggap rawan.
Ajakan untuk Bersinergi
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Andi Rian Djajadi, mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tegasnya.
Penutup
Keberhasilan Operasi Pekat 2025 ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib di Sulawesi Selatan, khususnya menjelang pelaksanaan berbagai agenda penting di tingkat lokal maupun nasional.
(Yasin Bakri)
