Jakarta, 14 Mei 2025 – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah komando Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas-tugas strategis sesuai dengan arahan dan kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Tahun 2025 ini, fokus utama Polri adalah memperkuat stabilitas keamanan nasional, menegakkan hukum secara tegas dan adil, serta mendukung penuh agenda pembangunan nasional yang dicanangkan pemerintahan baru.
Dalam rapat koordinasi nasional yang digelar di Mabes Polri awal Mei 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan langsung kepada jajaran pimpinan Polri. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan seluruh elemen negara untuk menjaga ketertiban umum, memberantas kejahatan transnasional, serta menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Fokus Penegakan Hukum dan Keamanan Nasional
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Polri memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas nasional. Beliau menegaskan bahwa di era globalisasi yang penuh tantangan ini, Polri harus menjadi garda terdepan dalam menghadapi ancaman keamanan seperti terorisme, narkotika, serta kejahatan siber.
Menanggapi hal itu, Jenderal Listyo Sigit menyatakan bahwa pihaknya telah menyusun strategi kerja Polri untuk tahun ini yang sejalan dengan visi presiden. Strategi tersebut mencakup:
1. Peningkatan kemampuan intelijen dan teknologi informasi kepolisian.
2. Operasi khusus pemberantasan narkoba di wilayah-wilayah rawan.
3. Peningkatan patroli keamanan dan respon cepat terhadap gangguan Kamtibmas.
4. Penguatan sinergi TNI-Polri dan aparat daerah dalam menjaga keutuhan NKRI.
Dukungan Penuh terhadap Program Pemerintah
Selain bidang keamanan, Polri juga diminta oleh Presiden untuk berperan aktif dalam menyukseskan berbagai program pemerintah, terutama di bidang ketahanan pangan, energi, dan pembangunan infrastruktur.
“Polri harus memastikan bahwa pelaksanaan proyek-proyek nasional berjalan lancar tanpa gangguan, baik dari dalam maupun luar,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya di hadapan pejabat tinggi Polri dan kementerian terkait.
Dalam konteks ini, Polri telah membentuk satuan tugas pengamanan proyek strategis nasional (Satgas PSN) yang bertugas mengawal jalannya pembangunan di seluruh daerah, termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Transformasi Internal dan Pelayanan Publik
Jenderal Listyo Sigit juga menekankan pentingnya reformasi internal Polri. Ia menyebutkan bahwa Presiden Prabowo memberi perhatian besar pada pelayanan publik oleh institusi kepolisian. Untuk itu, Polri akan memperluas digitalisasi layanan, meningkatkan transparansi dalam proses hukum, serta menindak tegas anggota yang menyalahgunakan wewenang.
“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan bahwa Polri hadir untuk melindungi dan mengayomi, bukan menakut-nakuti,” tegas Jenderal Sigit.
Penutup
Arahan Presiden Prabowo Subianto menjadi panduan utama bagi Polri dalam menata langkah strategis ke depan. Dalam tahun pertama masa kepemimpinannya, sinergi antara Istana dan institusi keamanan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang aman, adil, dan sejahtera.
Polri menegaskan bahwa mereka siap mendukung sepenuhnya kebijakan presiden, bekerja dengan profesionalisme dan integritas, demi menjaga kedaulatan dan kehormatan bangsa Indonesia.
( Yasin Bakri )
