Media Sorotan Investigasi Hukum.
Makassar, 14 Mei 2025 – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi (PSMB) tahun ajaran 2025/2026. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan tinggi kepada seluruh siswa SMA/SMK/MA sederajat di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya mereka yang berasal dari daerah tertinggal, terpencil, dan kurang mampu.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Basri, M.Pd., dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, menyampaikan bahwa PSMB adalah program seleksi terpadu yang melibatkan kerja sama antara pemerintah provinsi, sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta, serta pihak-pihak terkait lainnya.
“Program PSMB ini tidak hanya menjadi jalur seleksi alternatif bagi siswa berprestasi, tetapi juga bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada siswa dari keluarga prasejahtera. Kami ingin memastikan tidak ada anak Sulawesi Selatan yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujar Dr. Basri.
Sistem Seleksi dan Tahapan Pendaftaran
Pendaftaran PSMB 2025 dibuka mulai tanggal 20 Mei hingga 10 Juni 2025. Seleksi ini terbuka bagi seluruh lulusan tahun 2023, 2024, dan 2025 dari SMA/SMK/MA sederajat. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi SMBP Sulsel di www.smbp-sulsel.id.
Peserta akan melalui beberapa tahapan seleksi, yakni:
1. Seleksi Administrasi: Verifikasi dokumen identitas, nilai rapor, dan surat keterangan tidak mampu (bagi jalur afirmasi).
2. Tes Potensi Akademik (TPA): Dilaksanakan secara daring dengan sistem pengawasan online.
3. Wawancara dan Verifikasi Lanjut: Untuk jalur beasiswa dan afirmasi, akan ada wawancara tambahan oleh tim penilai independen.
Dinas Pendidikan juga menegaskan bahwa PSMB tidak dipungut biaya alias gratis. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah mengalokasikan dana khusus untuk pembiayaan seluruh tahapan seleksi, termasuk bantuan transportasi bagi peserta dari wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi
Tahun ini, sebanyak 18 perguruan tinggi telah menyatakan kesiapan untuk menerima mahasiswa baru melalui jalur SMBP, di antaranya Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, Universitas Islam Negeri Alauddin, dan beberapa politeknik serta sekolah tinggi swasta terakreditasi.
Masing-masing perguruan tinggi telah menyediakan kuota 5% hingga 15% dari total daya tampung program studi untuk peserta SMBP. Jalur ini menekankan seleksi berbasis potensi dan latar belakang sosial-ekonomi peserta, bukan semata-mata nilai ujian nasional.
Fokus pada Pemerataan dan Inklusi
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Sulsel, Hj. Nurhayati, S.Pd., menambahkan bahwa PSMB juga mengakomodasi siswa penyandang disabilitas dan kelompok minoritas yang kerap terpinggirkan dalam seleksi konvensional.
“Kami telah menyiapkan sistem pendaftaran yang ramah disabilitas serta membuka layanan bantuan teknis bagi sekolah-sekolah yang kesulitan akses internet. Semua siswa berhak atas masa depan yang cerah,” ujar Hj. Nurhayati.
Antusiasme dan Harapan Masyarakat
Pengumuman ini disambut positif oleh masyarakat, terutama para orang tua dan kepala sekolah di daerah pedalaman Sulsel. Salah satu kepala sekolah di Kabupaten Luwu Utara, Andi Sudirman, menyebut program PSMB sebagai “angin segar” bagi siswa-siswinya yang kerap kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya.
“Kami sangat mengapresiasi program ini. Kami akan memobilisasi seluruh guru dan wali kelas untuk mendampingi siswa mendaftar. Ini kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan,” ujarnya.
Penutup
Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan mengimbau seluruh siswa, guru, dan orang tua untuk aktif mencari informasi resmi melalui situs dan media sosial Dinas Pendidikan serta tidak mudah percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.
“Seleksi ini murni berdasarkan potensi dan kelayakan. Kami akan mengawasi ketat prosesnya agar tidak ada praktik curang yang mencoreng integritas program ini,” tegas Dr. Basri.
Dengan semangat inklusi dan pemerataan, PSMB diharapkan mampu menjadi jembatan bagi generasi muda Sulsel untuk menapaki jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan membangun masa depan yang lebih baik.
( Red/Yasin Bakri )
