Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukrim
60
×

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., memberikan penjelasan resmi terkait perkembangan penanganan kasus kerusuhan antar kelompok yang terjadi di Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi doorstop bersama awak media di Mapolda Sulsel, Rabu (19/11/2025).

Dalam pemaparannya, Kapolda menjelaskan secara runtut kronologi kejadian serta langkah-langkah kepolisian dalam menangani situasi tersebut. Peristiwa pertama terjadi pada 16 November 2025, ketika seorang warga Sapiria berinisial C (37) menjadi korban penembakan menggunakan senapan angin. Proyektil mengenai kepala korban, menyebabkan luka berat hingga akhirnya korban meninggal dunia setelah menjalani operasi di RS Akademis Makassar.

Example 300x600

Ketegangan kembali meningkat pada 18 November 2025. Sekelompok pemuda Sapiria melakukan penyerangan terhadap pemuda Lorong Burta, yang kemudian memicu kebakaran di kawasan pemukiman Lorong Bugis. Sebanyak 13 unit rumah hangus terbakar dalam insiden tersebut. Berkat respons cepat Dinas Pemadam Kebakaran dan dukungan pengamanan dari Polrestabes Makassar, api berhasil dipadamkan dan kondisi kembali terkendali.

Untuk mencegah konflik meluas, Polda Sulsel menurunkan pasukan tambahan dari Satuan Brimob dan Samapta serta memperkuat patroli Polrestabes Makassar. Penebalan personel dilakukan guna memastikan rasa aman bagi masyarakat serta mengantisipasi aksi balasan antar kelompok.

Kapolda Sulsel juga mengungkapkan perkembangan terbaru proses penegakan hukum. Pelaku penembakan yang menewaskan korban C berhasil ditangkap pada 18 November 2025. Pelaku berinisial TBT (35), warga Kecamatan Tallo, kini diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Selain itu, penyidik Ditreskrimum Polda Sulsel telah mengamankan satu tersangka lain yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran 13 rumah warga. Polisi masih memburu pelaku lainnya yang telah diketahui identitasnya.

Di hadapan media, Irjen Pol. Djuhandhani menegaskan komitmen Polda Sulsel dalam menjaga keamanan wilayah dan menindak tegas para pelaku kejahatan. “Sulsel harus menjadi wilayah yang aman bagi masyarakat dan menjadi tempat yang tidak aman bagi para pelaku kejahatan,” tegasnya.

Polda Sulsel memastikan terus melakukan pemulihan keamanan melalui penguatan patroli, koordinasi lintas instansi, serta menggandeng pemerintah daerah dan tokoh masyarakat untuk menjaga stabilitas situasi di Kecamatan Tallo. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak terprovokasi, dan segera melaporkan potensi gangguan kamtibmas kepada pihak kepolisian.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *