Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Warga Perumahan Gubernur dan Pemda Manggala Gelar Aksi Damai Tuntut Keadilan Sengketa Tanah

167
×

Warga Perumahan Gubernur dan Pemda Manggala Gelar Aksi Damai Tuntut Keadilan Sengketa Tanah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

media Sorotan Investigasi Hukum.

Makassar, 18 Mei 2025 – Ratusan warga dari Perumahan Gubernur dan Perumahan Pemda Manggala, Makassar, menggelar aksi damai di jembatan pintu masuk kawasan perumahan mereka, tepat di depan Kampus STIBA, Manggala. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap konflik pertanahan yang mereka anggap sarat ketidakadilan dan praktik mafia tanah.

Example 300x600

Di bawah koordinasi Forum Warga Bersatu, aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA itu menyoroti lima tuntutan utama. Warga menolak keras proses hukum yang dinilai tidak adil dan terindikasi dikendalikan oleh mafia tanah. Mereka juga menuntut tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang diduga terlibat, termasuk dari unsur instansi pemerintah.

“Kami datang dengan damai, tapi semangat kami membara. Ini bukan sekadar soal tanah, melainkan soal harga diri dan kedaulatan warga atas tanah airnya sendiri,” ujar Ir. Sadaruddin, MT, selaku Jenderal Lapangan aksi.

Warga merasa negara belum hadir sepenuhnya dalam memberikan perlindungan hukum atas hak-hak mereka. Mereka menilai Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar belum menunjukkan komitmen yang jelas dalam penyelesaian konflik ini secara adil dan berpihak kepada rakyat kecil.

Selain menyuarakan ketidakadilan hukum, massa juga mengecam praktik intimidasi dan premanisme yang kerap terjadi di kawasan Manggala. Mereka meminta jaminan keamanan agar dapat hidup tenang tanpa ancaman dari pihak yang mengklaim lahan secara sepihak.

Salah satu sorotan tajam dalam aksi ini adalah penolakan terhadap pemberlakuan hukum pertanahan kolonial, yakni Eigendom Verponding, yang dinilai sudah usang dan tak relevan dalam sistem hukum negara yang merdeka.

“Indonesia sudah merdeka! Tidak seharusnya kita masih tunduk pada hukum warisan penjajah yang menindas rakyat,” tegas Anshar, salah satu orator aksi.

Aksi berlangsung tertib dan damai, dengan pengamanan dari aparat kepolisian dan kehadiran sejumlah media lokal yang turut meliput. Forum Warga Bersatu berharap aksi ini menjadi awal perubahan dan menjadi pemantik gerakan rakyat untuk menolak dominasi mafia tanah serta mendorong reformasi agraria yang berpihak pada keadilan sosial.

Narahubung: Ir. Sadaruddin. pak Anshar Pak M. Yusuf

(Red/Yasin Bakri)

 

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *