Berita

Kunjungan Perwakilan Kementerian Perpustakaan ke SD Negeri Baraya 1 Makassar, Dorong Peningkatan Mutu Literasi Sekolah

9

Media Sorotan Investigasi Hukum 

Makassar, Sulawesi Selatan – Media Sorotan Investigasi Hukum mencatat sekitar 500 sekolah di Kota Makassar masuk dalam agenda pemantauan, dengan 47 sekolah menjadi titik kunjungan langsung perwakilan kementerian terkait penguatan perpustakaan dan literasi.

Salah satu kunjungan tersebut dilakukan oleh perwakilan kementerian perpustakaan, Andi Dian Masyita Arsyak, S.H., CPS, yang meninjau langsung SD Negeri Baraya 1, Kecamatan Bontoala, Kelurahan Baraya.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Sekolah A. Nurhayati, S.Pd, bersama para guru dan siswa.

Penyambutan turut dimeriahkan dengan penampilan tarian khas Sulawesi Selatan yang mencerminkan adat dan budaya Bugis-Makassar.

Dalam kunjungan tersebut, fokus utama adalah pemantauan kondisi perpustakaan sekolah, termasuk kebersihan, kerapian, serta pemanfaatannya dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.

Perwakilan kementerian, Andi Dian Masyita Arsyak, mengungkapkan apresiasinya terhadap kondisi lingkungan sekolah yang dinilai bersih, tertata, dan mendukung proses pembelajaran.

“Kami sangat senang melihat langsung kondisi sekolah yang begitu bersih dan indah. Ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat literasi siswa,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peran perpustakaan dalam membuka wawasan siswa sebagai generasi penerus bangsa.

“Perpustakaan bukan sekadar tempat membaca, tetapi menjadi jendela ilmu yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Baraya 1, A. Nurhayati, S.Pd, menegaskan komitmen pihak sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pembelajaran yang terintegrasi dengan kegiatan literasi.

“Kami selalu mendorong kegiatan belajar yang terarah, termasuk membiasakan siswa membaca di perpustakaan.

Tujuannya tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak dan karakter siswa sebagai generasi masa depan,” jelasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya melalui penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah.

(Red/Yasin Bakri)

Exit mobile version