Media Sorotan Investigasi Hukum.
Makassar – Sejumlah orang tua siswa mulai mempertanyakan mekanisme penerimaan peserta didik pada sekolah unggulan setelah anak mereka yang dinilai memiliki prestasi akademik justru tidak dinyatakan lolos dalam proses seleksi PSMB.
Salah seorang orang tua siswa mengaku kecewa dan merasa perjuangannya selama bertahun-tahun dalam mendidik serta membimbing anak untuk meraih prestasi akademik seolah tidak mendapat penghargaan. Menurutnya, anak yang selama ini dikenal berprestasi bahkan dipercaya sebagai ketua kelas di sekolah asalnya gagal diterima di sekolah unggulan yang menjadi tujuan utama.
“Kenapa sekolah unggulan diperuntukkan untuk umum jika siswa yang memiliki prestasi justru tidak lolos? Saya sebagai orang tua merasa kecewa. Anak saya sudah berjuang keras untuk belajar dan meraih prestasi. Kami berharap bisa diterima di sekolah unggulan, tetapi kenyataannya tidak,” ujarnya kepada media.
Ia menuturkan bahwa kegagalan tersebut berdampak besar terhadap kondisi psikologis anaknya. Rasa kecewa yang mendalam membuat sang anak kehilangan motivasi untuk melanjutkan pendidikan.
“Anak saya sekarang sangat kecewa. Teman-teman sekolahnya banyak yang dinyatakan lolos, sementara dirinya tidak. Dia bahkan mengatakan tidak ingin melanjutkan sekolah karena merasa malu, padahal selama ini dikenal sebagai siswa berprestasi dan mendapat pengakuan dari wali kelas maupun guru-gurunya,” tambahnya.
Merasa tidak puas dengan hasil seleksi, orang tua tersebut mengaku telah mendatangi pihak sekolah dan berbicara dengan kepala sekolah serta sejumlah guru untuk meminta penjelasan terkait mekanisme penerimaan peserta didik baru. Namun, menurut pengakuannya, jawaban yang diterima belum sepenuhnya menjelaskan alasan anaknya tidak lolos seleksi.
“Saya bertanya kepada kepala sekolah dan beberapa guru. Mereka menyampaikan bahwa proses seleksi sepenuhnya diatur oleh sistem jaringan TKA PSMB yang terhubung dengan Dinas Pendidikan Provinsi. Pihak sekolah hanya menjalankan aturan yang sudah ditetapkan dalam sistem,” katanya.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan orang tua mengenai transparansi, akuntabilitas, dan parameter penilaian yang digunakan dalam sistem seleksi sekolah unggulan. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci agar tidak menimbulkan kekecewaan serta spekulasi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi terkait keluhan sejumlah orang tua siswa mengenai mekanisme seleksi dan penentuan kelulusan pada sekolah unggulan.
(Bersambung ke berita selanjutnya: Orang Tua Siswa Desak Dinas Pendidikan Buka Parameter Penilaian Sistem TKA PSMB dan Transparansi Hasil Seleksi.)
(Yasin/Agus)
